Transformasi Nilai Budaya untuk Pembentukan Jiwa Wirausaha Sejati

Oleh: Tarwadi, S.Sn.

Sepenggal kalimat Lagu Dolanan Tradisional Jawa karya Sunan Kalijaga: Ilir-ilir, yakni cah angon penekna blimbing kuwi. Yang bermakna sesulit apa pun meraih cita-cita perlu berbekal kegigihan dalam memperjuangkannya. Bertolak dari mindset berpikir di zaman sekarang yang kebanyakan instan, memang perlu strategi jitu untuk menyikapi, menganalisis, mentransformasikan pengalaman ke dalam pembelajaran. Tentunya perlu di kaji dulu apa makna dari cah angon, cah angon penekna blimbing kuwi.

Menurut beberapa tafsiran makna cah angon, cah angon penekna blimbing kuwi tersebut, merupakan perjuangan dalam diri untuk selalu mengkondisikan kefokusan psikologi di tengah-tengah berkecamuknya informasi dan intuisi, yang sering kali melintas dalam area kognitif peserta didik. Maka dari itu, sistem pembelajaran berbasis budaya menjadi pilihan utama dalam pembentukan mental peserta didik untuk mempersiapkan seorang wirausahawan profesional yang selalu berpegang pada nurani.

Sumber gambar: http://fc05.deviantart.net/fs70/f/2013/051/b/2/sunan_kalijaga_bw_by_astayoga-d5vmspl.jpg

Komentar-komentar Facebook
Tidak ada komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.